ANDREA PIRLO MENGGANTIKAN MAURIZIO SARRI SEBAGAI MANAJER JUVENTUS

Posted on

Juventus sudah menunjuk Andrea Pirlo untuk pelatih cuma beberapa saat sesudah mengeluarkan Maurizio Sarri sesudah club itu tersisih dari Liga Champions menantang Lyon, club memberitahukan di hari Sabtu.

Pirlo, 41, ialah pemain legendaris untuk club – dan AC Milan serta Italia – semasa kariernya yang populer, memenangi banyak gelar liga, Liga Champions serta Piala Dunia di tahun 2006. Ia dipilih untuk manager Juventus ‘Under -23 team bulan kemarin tapi saat ini sudah tanda-tangani kontrak 2 tahun untuk melatih team penting.

“Pilihan ini hari dilandaskan pada kepercayaan jika Pirlo mempunyai apakah yang dibutuhkan untuk pimpin dari kiprahnya di kursi cadangan team pakar serta berpotensi untuk memburu keberhasilan baru,” kata Juve dalam satu pengakuan.

Ini hari mengawali babak baru dalam kariernya di dunia sepak bola, sama seperti yang disebutkan hampir satu minggu lalu: dari Pakar ke Mister, sambungnya.

Juventus kemungkinan mengharap Pirlo bisa mengikuti prestasi Zinedine Zidane

mantan pemain kelas dunia yang lain yang nikmati keberhasilan di Real Madrid walau tidak mempunyai pengalaman melatih awalnya.

Mantan pemain Juve, Zidane, sudah memenangi dua gelar La Liga serta tiga Liga Champions dalam dua pekerjaan bersama team Spanyol itu semenjak dia pertama-tama menggenggam kendali.

“Ketetapan untuk Pirlo benar-benar alami, dengan style Juventus, sebab ia ialah seorang yang bermain buat kami, tetap terkait dengan orang-orang di sini serta itu berasa lumrah,” kata kepala sepakbola club Fabio Paratici.

“Kami yakin ia ditakdirkan menjadi hebat. Ia untuk pemain serta kami percaya ia dapat lakukan hal sama untuk pelatih.”

Di bawah Sarri, Juventus menanggung derita tersisih di babak 16 besar dari club Prancis walau menang 2-1 pada Jumat malam, kalah dalam ketentuan gol tandang waktu pertandingan usai dengan agregat 2-2.

Satu pengakuan Juventus menjelaskan mengenai pemecatannya:

“Juventus Football Klub memberitahukan jika Maurizio Sarri sudah dibebastugaskan dari kedudukannya untuk pelatih Team Penting.

Walau memenangi gelar Serie A ke-9 beruntun bulan kemarin, team Sarri gagal

memberikan keyakinan beberapa kritikus semasa musim pertama kalinya untuk pelatih. Ketidakberhasilan mereka untuk menyamakan performa

perempat final musim kemarin di Liga Champions ialah pukulan paling akhir buat pemain berumur 61 tahun itu.

Sarri tinggalkan Juventus dengan rekor 34 kemenangan

dalam 51 pertandingan bersaing, 8x seri serta sembilan kekalahan. Perhitungan 83 point mereka di Serie A musim ini ialah yang paling rendah dari sembilan musim gelar mereka. Juventus kalah di Piala Super Italia dari Lazio serta final Coppa Italia dari Napoli.

“Bila saya tidak hancur sebab tidak berhasil lolos, saya akan suka dengan performanya,” kata Sarri sesudah kekalahan Juventus dari Lyon.

“Saya sebetulnya kurang mengharap dari kami, saya pikirkan kami bermain permainan yang hebat. Kami ketinggalan sebab sepakan penalti yang dapat membuat kami kehabisan akal serta kami mempunyai tiga kesempatan saat kami unggul 2-1.”

Disamping itu, kepala Juventus Andrea Agnelli menjelaskan ia bersikukuh Cristiano Ronaldo tetap di club

walau ia tersisih dari Liga Champions pada babak 16 besar untuk kali pertamanya semenjak 2010.

Satu laporan di Prancis mengakui Ronaldo ingin geser ke Paris Saint-Germain. Sumber menjelaskan pada ESPN, team Ligue 1 mengutamakan ekstensi kontrak pemain kunci Kylian Mbappe serta Neymar.

“Saya seutuhnya percaya ia akan bertahan,” kata Agnelli. “Saya pikirkan laporan itu datang dari wawancara beberapa bulan kemarin, yang barusan diterbitkan sebelum kami bermain menantang team Prancis. Itu tipuan media lama. Tidak, saya bisa memberikan keyakinan Anda jika Ronaldo masih jadi pilar Juventus. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *