Robert Lewandowski membuat ketidaksamaan untuk Bayern Munich waktu menantang RB Salzburg. Golnya bawa Die Roten tutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Bayern melayani Salzburg di Allianz Arena pada matchday ke-4 Group A Liga Champions, Kamis (26/11/2020) pagi hari WIB. Salzburg berani melayani permainan terbuka Die Roten pada awal babak pertama.

Mereka buka teror pada menit ketiga. Mohamed Camara coba keberuntungan melalui tendangan jarak. Usahanya ini bisa ditangkap Manuel Neuer.

Bayern gantian punyai kesempatan pada menit kesembilan. Serge Gnabry melepaskan tendangan voli keras di luar kotak penalti. Tetapi, bola masih melebar dari gawang Cican Stankovic.

Kesempatan terbaik dipunyai Salzburg di menit ke-15. Kekeliruan David Alaba membuat Sekou Koita dapat memberi umpan ke Mergim Berisha.

Berisha yang bertemu langsung dengan Neuer tidak sanggup menaklukan penjaga gawang tim nasional Jerman ini. Desakan team tamu belum usai waktu bola liar dapat diberikan Berisha ke Enock Mwepu.

Neuer kembali lagi masih begitu kuat. Dia secara baik menahan tendangan Mwepu.

Di menit ke-34, Salzburg kembali lagi buang kesempatan. Dominik Szoboszlai terlepas di kotak penalti habis mendapatkan umpan dari Berisha. Tinggal bertemu dengan Neuer, tendangannya malah membumbung jauh.

Salzburg meleng mendekati akhir babak pertama. Ini digunakan secara baik oleh Bayern.

Mereka sukses cetak gol pada menit ke-43 melalui Robert Lewandowski. Dia secara baik mengambil bola muntah tendangan mencatatr Thomas Mueler yang dihalau Stankovic.

Bayern unggul 1-0. Score ini bertahan sampai turun minum.

Formasi Pemain

Bayern Munich: Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Jerome Boateng, David Alaba, Chris Richards; Marco Roca, Leon Goretzka; Serge Gnabry, Thomas Muller, Kingsley Coman; Robert Lewandowski.

RB Salzburg: Cican Stankovic; Rasmus Kristensen, Andre Ramalho, Maximilian Wober, Andreas Ulmer; Mohamed Camara, Zlatko Junuzovic; Enock Mwepu, Dominik Szoboszlai; Sekou Koita, Mergim Berisha.

.

 

Bayern Munchen adalah club sepakbola asal kota Munich, Jerman. Bayern terhitung salah satunya club elit di Jerman, Eropa dan dunia. Team ini jadi kolektor paling banyak juara Bundesliga Jerman dan sudah raih 5 piala Liga Champions Eropa. Tentu saja Bayern mempunyai riwayat panjang dari awalnya berdiri sampai sanggup berhasil seperti saat ini. Club berjulukan FC Hollywood ini pertama berdiri awal tahun 1900 kemarin. Berikut akan kami bahas berkenaan riwayat Bayern Munchen dari awalnya sampai di zaman kekinian sekarang.

Riwayat Bayern Munchen

Awalnya Dibangun dan Zaman Perang Dunia

Bayern Munchen pertama dibuat di tahun 1900, persisnya pada tanggal 27 Februari 1900. Pendiri Bayern ialah sekumpulan anggota club senam Munich (Munchner TurnVerein 1879/MTV 1879). Bayern juga sah berdiri dan langsung jadi club yang terkenal, khususnya sebab kerap meraih kemenangan dengan score besar. Beberapa piala liga lokal pemula sukses mereka capai pada awal berdiri, terhitung jadi juara Kreisliga, liga regional di teritori Bavaria pada tahun pertama dibuat.

Sesudah zaman Perang Dunia I, Bayern melanjutkan adat memenangi beberapa persaingan regional, terhitung kejuaraan sepakbola Jerman Selatan pada tahun 1926. Pada tahun 1932, mereka sukses menyikat gelar persaingan nasional untuk pertamanya kali. Rumor Nazi di zaman Perang Dunia II sempat membuat Bayern tersuruk sebab mereka sempat dilatih pelatih Yahudi. Mengakibatkan Bayern sempat dibenci oleh khalayak Jerman.

Sesudah Perang Dunia II, Bayern jadi anggota Oberliga Sud, persaingan dibagian selatan Jerman. Waktu itu prestasi Bayern termasuk biasa saja dan sering berubah-ubah pelatih. Bayern bahkan juga sempat terdegradasi dan terbelit kritis keuangan. Pada tahun 1963, semua persaingan regional di Jerman akan dikombinasi jadi satu persaingan khusus namanya Bundesliga. Bayern tidak dipilih pada musim pertama Bundesliga dan baru promo ke Bundesliga dua tahun setelah itu.

 

 

Periode Keemasan di Persaingan Eropa

Pada musim Bundesliga pertama, Bayern finis di rangking 3 dan jadi juara DFB Pokal. Mereka juga langsung menyikat piala Eropa pertama kalinya, Winners Cup pada tahun selanjutnya. Gelar Bundesliga pertama juga dicapai pada tahun 1969 sejauh riwayat Bayern Munchen di bawah kepelatihan Branko Zebec sebagai awalnya keberhasilan Bayern. Penggantian pelatih pada Udo Lattek pada tahun 1970 juga mengidentifikasi zaman keemasan Bayern pada tahun 70an. Di zaman ini, Bayern mulai memakai Olympiastadion Munich selaku kandang mereka.

Bayern berhasil raih 3 piala juara European Cup atau Liga Champions Eropa secara beruntun, yakni pada tahun 1972 sampai 1974. Mereka berhasil menaklukkan Atletico Madrid (1974), Leeds United (1975) dan Saint-Etienne (1976) di final. Bayern juga jadi club ke-3 yang raih 3 piala Liga Champions Eropa secara beruntun sesudah Real Madrid dan Ajax Amsterdam.

Keberhasilan itu membuat Bayern memiliki hak bawa pulang piala Liga Champions dan memiliki hak mendapatkan simbol Badge of Honour (BOH). Beberapa pemain kunci jadi unggulan Bayern di zaman itu, yakni Franz Beckenbauer, Gerd Muller, Sepp Maier dan Uli Hoeness yang jadi kutub keberhasilan tim nasional Jerman Barat di EURO 1972 dan Piala Dunia 1974.

Periode Peralihan di Tahun 80an dan 90an

Walau berhasil besar pada tahun 70an, Bayern sempat tersuruk pada awal tahun 80an. Penggantian manajemen dan permasalahan ekonomi jadikan prestasi Bayern turun. Mereka sempat mempunyai duet pemain unggulan Paul Breitner dan Karl-Heinz Rummenigge yang dipanggil FC Breitnigge, tetapi hal tersebut tidak tahan lama.

Di tengah 80an, prestasi Bayern kembali lagi naik. Ini berlangsung bersamaan kembalinya pelatih Udo Lattek. Keseluruhan lima piala Bundesliga dicapai dalam periode 6 musim. Ini masih ditambah lagi piala DFB Pokal dan runner up Liga Champions pada tahun 1982 dan 1987. Kedatangan pelatih Jupp Heynckes sempat memberikan udara segar, tetapi form Bayern sempat kembali lagi turun dengan nyaris terdegradasi pada tahun 1992.

Pada tahun 90an, Bayern masih menjaga posisi selaku club terhebat di Jerman dengan seringkali raih piala Liga Jerman dan Piala Jerman, walau sering berlangsung penggantian pelatih. Walau demikian mereka tidak sanggup berprestasi banyak pada tingkat Eropa, cuman 1 gelar UEFA CUp pada tahun 1996 yang dicapai. Bayern Munich mendapatkan panggilan FC Hollywood sebab beberapa pemain Bayern malah sering masuk ke informasi pertunjukan di medium Jerman.

 

 

Bayern di Zaman Kekinian

Byern sempat maju ke final Liga Champions 1999, tetapi ditaklukkan Manchester United secara menegangkan melalui dua gol di periode injury time. Baru di tahun 2001, mereka berhasil raih piala Liga Champions keempat mereka sesudah menaklukkan Valencia di set final. Dalam masa ini, Bayern diatasi Ottmar Hitzfeld yang menjadi salah satunya pelatih paling sukses Bayern, terhitung 2 kali raih double winners. Beberapa nama seperti Oliver Kahn, Giovanni Elber, Mehmet Scholl dan Willy Sagnol jadi unggulan dan pantas masuk buku riwayat Bayern Munchen.

Pada tahun 2005, Bayern berpindah ke stadion baru, Allianz Ajang. Perform lokal mereka juga lagi hasilkan titel juara terhitung 2 kali double winners beruntun di zaman pelatih Felix Magath. Bayern sempat maju ke final Liga Champions 2010 dan 2012, tetapi terus kalah, semasing oleh Inter Milan dan Chelsea. Pada musim 2012-13 mereka pada akhirnya sukses raih piala Liga Champions kelima sat dilatih Jupp Heynckes. Mereka berhasil menaklukkan pesaing senegara Borussia Dortmund di final sebagai final antar 2 team Jerman pertama di Liga Champions.

Titel juara Bundesliga pada tahun 2013 mencatatkan beberapa rekor

terhitung point paling banyak, beda point paling tinggi, jumlah kemenangan paling banyak, jumlah kekalahan tersedikit dan jumlah kecolongan tersedikit dalam 1 musim. Mereka juga raih treble winners pada tahun itu, membuatnya club Jerman pertama yang raih treble. Ini ditambahkan keberhasilan mereka di Piala Dunia Antar-klub 2013, pertamanya kali dicapai sejauh riwayat Bayern Munchen.

Beberapa pemain kunci Bayern di antara tahun 2010 sampai saat ini yang berhasil tembus 3 final Liga Champions dan seringkali meluncur sampai set semi-final diantaranya ialah Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Manuel Neuer, Arjen Robben, Thomas Muller, Franck Ribery, Jerome Boateng, Robert Lewandowski dan sebagainya. Bayern juga jadi salah satunya club raksasa terhebat di Eropa. Mereka stabil raih piala Bundesliga dan berkompetisi di gelaran Liga Champions.