Masih ingat Dejan Lovren? Bekas bek Liverpool itu menarik perhatian dengan cetak gol. Sayang, itu gol bunuh diri yang bagus.
Dejan Lovren dibeli club asal Rusia, Zenit St Petersburg dari Liverpool di akhir Juli 2020. Pemain berumur 30 tahun itu beritanya dibayar pada harga 11 juta paun atau sama dengan Rp 205 miliar dan dikontrak sepanjang 3 tahun.

Dejan Lovren telah perkuat Liverpool semenjak tahun 2014. Gelar juara Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Super Eropa telah dirasanya.

Dianya terdaftar bermain sekitar 185 kali di semua persaingan. Kehadiran Virgil Van Dijk, membuat harus menghangatkan kursi cadangan.

Baca juga : Berkaitan Skandal Doping, Rusia Dipeti-eskan 2 Tahun dari Dunia Olahraga

Dejan Lovren langsung nyetel bersama Zenit St Petersburg. Bulan Agustus tempo hari, Lovren megantarkan Zenit juara Russian Super Cup sesudah menaklukkan Lokomotiv Moscow 2-1. Dianya main penuh 90 menit.

Di Liga Rusia, Lovren langsung isi pos bek tengah. Sampai minggu ke-19, dianya telah bermain sekitar 17 kali dan membuat 2 gol.

Tetapi pada Kamis (17/12) tempo hari, Lovren lakukan kekeliruan fatal saat bertamu ke kandangnya Spartak Moscow. Pemain dari Kroasia itu membuat gol bunuh diri.

Pada menit ke-22, Lovren punya niat membuat pengamanan dengan lakukan back-pass. Bola lambung di muka gawang, dipantulkannya dengan dada ke penjaga gawang di dekatnya.

Apa daya, bola malahan melayang-layang kuat dan menjadi gol ke gawang sendiri!

Untungnya, Zenit St Peterburg dapat bangun dan menang 3-1. Selama ini, mereka masih ada di pucuk klassemen Liga Rusia dengan 41 point, beda empat point dari kompetitor paling dekatnya, CSKA Moscow.

Baca juga : Lazio Vs Benevento: Tidak Ada Juara dalam Tanding Inzaghi Bersaudara

 

Pengadilan Arbitrase Olahraga jatuhkan ancaman final ke Rusia, berkaitan masalah dopingnya. Negeri Beruang Merah dipeti-eskan dua tahun dari dunia olahraga.
Dikutip AP, Pengadilan Arbitrase OIahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) memutus Rusia dijatuhi hukuman 2 tahun ke Rusia, yang dipandang bersalah sebab tidak berhasil memberi data test narkoba orisinal keinginan Tubuh Anti-Doping Dunia atau WADA.

WADA sendiri awalannya tuntut Rusia dijatuhi hukuman empat tahun, tetapi pada akhirnya CAS hanya menghukumnya sepanjang 2 tahun.

Rusia dijatuhi hukuman dengan dipeti-eskan dari bermacam aktivitas olahraga. Terhitung larangan mengikut kejuaraan Olimpiade Tokyo dan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Rusia tidak boleh memakai nama, bendera, dan lagu kebangsaannya di beberapa kejuaraan yang dipantau WADA. Bila tampil, karena itu Rusia diwajibkan memakai nama yang netral.

Disamping itu, Rusia pun tidak memiliki hak jadi tuan-rumah atau turut bidding tuan-rumah Olimpiade sepanjang masa hukuman. Bila telah memperoleh hak tuan-rumah, posisi itu bahkan juga harus diambil.

Baca juga : Lazio Vs Benevento: Tidak Ada Juara dalam Tanding Inzaghi Bersaudara

“Panel ini sudah berlakukan resiko untuk menggambarkan karakter dan kesungguhan dari ketidakpatuhan dan untuk pastikan jika kredibilitas olahraga pada momok doping dipertahankan,” kata pengakuan CAS.

“Resiko yang sudah ditetapkan oleh panel untuk difungsikan tidak selebar yang disuruh oleh WADA. Tetapi, ini jangan dibaca selaku validasi atas sikap Rusada atau kewenangan Rusia. Dalam membuat perintahnya, panel terbatasi oleh kekuasaan yang diberi berdasar hukum yang berjalan.”

“Ini sudah menimbang permasalahan proporsionalitas dan, terutamanya, keperluan untuk memengaruhi perombakan budaya dan menggerakkan angkatan olahragawan Rusia selanjutnya untuk berperan serta dalam olahraga internasional yang bersih,” terang pengakuan CAS.

Baca juga : Lionel Messi Harus Ingin Potong Upah atau..